Friday, May 13, 2016

predator seksual

Akhir-akhir ini kita disuguhin berita tentang kejahatan seksual pemerkosaan anak yang begitu marak terjadi,fenomena predator seksual yang semakin marak akhir-akhir ini menunjukkan jika moral di negeri ini semakin menipis bahkan diambang kehancuran.

Ancaman hukuman penjara tidak juga membuat para predator tersebut berfikir tentang akibat bejadnya moral mereka ditambah dengan makin maraknya minuman keras yang beredar di tiap pelosok negeri ini.

Minuman keras yang marak beredar di negeri ini sudah semakin meresahkan ditambah banyak kejahatan yang di lakukan karena pengaruh dari minuman ini jadi sudah seharusnya peredaran minuman keras ini di hentikan dan para penjualnya dihukum berat agar ada efek jera.

Banyaknya kejadian predator seksual di negeri ini juga tidak lepas dari maraknya situs-situs porno yang mudah diakses dan di download apalagi sekarang banyak anak kecil yang memiliki HP yang canggih dan terkoneksi dengan internet.

Jika kita browsing di internet maka dengan sangat mudah kita menjumpai situs-situs porno baik lokal maupun luar dan rata-rata situs tersebut bisa di download oleh para pengakses. Perlu kita ketahui jika negeri tercinta ini masuk dalam daftar nomor dua pengakses situs porno terbanyak di dunia.

Pemerintah harus segera menemukan cara terbaik dalam memutus dan mengurangi akses film porno di negeri ini agar generasi penerus bisa terhindar dari kejahatan predator seksual dan sekaligus mengurangi kerusakan moral para generasi penerus.

Perlu adanya tindakan yang kongkrit dalam mengurangi dan menghilangkan predator seksual di negeri ini agar kejadian pemerkosaan anak tidak terulang,jika perlu dibikin undang-undang kebiri bagi para predator ini mengingat hukuman penjara yang selama ini tidak bisa membuat takut dan jera.

Jika hukum kebiri tidak bisa dilakukan karena alasan HAM maka perlu di bikin penjara khusus buat para predator seksual dan di jaga sekaligus di gembleng oleh pihak TNI agar mereka bisa disiplin dan mempunyai tanggung jawab kelak ketika hukuman sudah selesai mengingat apabila mereka di penjara seperti kebanyakan orang mereka bisa saja lebih beringas bukan bertobat. Di samping itu perlu adanya sinergi semua pihak agar kejadian pemerkosaan tidak terjadi lagi di negeri ini.

semoga bermanfaat.

Monday, March 28, 2016

budaya sindir para negarawan

Akhir-akhir ini kita di beri tontonan dari dua tokoh penting di negeri ini saling sindir mewarnai jagad perpolitikan tanah air mulai dari tour de java hingga tour de Hambalang menjadi headline media tanah air.

Seperti itukah wajah politik tanah air ini hingga seorang negarawan berbalas sindiran dengan negarawan yang lain,terus di mana sifat saling menghormati yang dulu sering di ajarkan di bangku sekolah,apakah mungkin sifat saling menghormati yang dulu di ajarkan guru kita tergeletak lemas di pojok rumah.

Seharusnya saling sindir antar negarawan tidak terjadi di negeri ini menginggat negeri ini dulu merdeka bukan karena para negarawan saling sindir tapi merdeka karena perjuangan dan rasa saling menghormati dari para negarawan.

Sekarang ini bukan saat yang tepat untuk saling sindir tapi saat ini adalah saat yang tepat buat konsilidasi antar sesama warga bangsa untuk membangun negeri tercinta mengingat persaingan antar negara yang semakin ketat.

Tidak seharusnya energi kita terbuang percuma hanya untuk saling berbalas sindir karena tiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan tidak ada yang sempurna,harusnya kelebihan yang dimiliki oleh negarawan yang satu bisa untuk menutup kekurangan negarawan yang satunya.

Kekurangan yang lalu kita jadikan pembelajaran buat ke depan agar kejadian yang serupa tidak terjadi dan yang sekarang jangan terus mempermasalahkan yang lalu,mari kita hilangkan budaya saling sindir dan kita hidupkan kembali budaya gotong royong yang sekarang ini mulai mati suri.

Karena negara ini tidak akan pernah maju apabila kita saling sindir,negara akan maju apabila kita semua bergandengan tangan dan bergotong royong dalam membangun negeri ini karena maju tidaknya sebuah negara tergantung pada rakyat di negara tersebut.

Sudah saatnya budaya saling sindir dan bulli membulli kita taruh dalam kantong plastik dan kita hancurkan kelaut agar di makan hiu,supaya nilai luhur yang ditanamkan oleh para leluhur kita dahulu bisa terjaga dari gempuran nilai-nilai tak bermoral yang diimpor oleh sebagian warga negara.

Seperti kata pepatah bersatu kita teguh bercerai kita runtuh.

Saturday, December 12, 2015

prostitusi online sang artis

Gaya hidup dinegeri ini semakin hedonisme terutama dari kalangan artis tapi sangat di sayangkan gaya hidup yang hedonisme tersebut tanpa dibarengi prestasi yang baik malah terkesan cuma populer lewat kontrofersi yang tidak ada habisnya.

Gaya hidup hedonisme tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit hingga ada sebagian artis yang berfikir pendek dalam membiayai hidup hedonisme tersebut dengan menjual tubuhnya alias jadi jablay.

Akhir-akhir ini negeri ini banyak dihebohkan dengan penangkapan jablay artis yang harganya lumayan mahal lewat media sosial mulai dari artis yang kontrofersi hingga finalis putri indonesia. Padahal seorang artis itu harusnya jadi panutan buat orang lain karena mereka juga punya banyak pengemar terutama pengemar yang masih usia muda.

Seperti yang kita ketahui jika di negeri ini seorang idola pasti akan banyak di ikuti oleh para pengemarnya,jadi seharusnya para artis tersebut bisa menjaga etikanya terutama dalam hal moral karena kasihan para pengemarnya jika sang idola terjebak dalam hidup hedonisme hingga rela menjual tubuhnya.

Harusnya aparat penegak hukum tidak cuma menghukum sang mucikari doang tetapi para pelakunya juga harus dihukum jika perlu di buka semua nama-nama artis yang selama ini menjual dirinya agar semua terang tidak cuma inisial saja agar tidak ada fitnah buat artis yang lain.

Hukuman buat para pelaku yaitu artis yang menjual dirinya bukan dimasukkan ke penjara tetapi lebih ke hukuman sosial misalnya suruh bersih-bersih fasilitas umum agar mereka jera dan malu. Dengan begitu mungkin para pelaku bisa malu dan tidak mengulangi perbuatannya disamping itu juga buat peringatan bagi para artis yang lain agar lebih menjaga etikanya agar generasi bangsa ini benar-benar mendapatkan sosok idola yang berprestasi dan beretika.

Thursday, September 17, 2015

tunjangan buat wakil rakyat

Setelah kemarin jalan-jalan ke negara paman sam berserta keluarga sekarang meminta kenaikan tunjangan,sungguh sangat ironi disaat kemiskinan dinegeri ini bertambah malah para wakil rakyat miskin minta kenaikan anggaran.

Seharusnya mereka malu dengan meminta fasilitas yang lebih tapi minim prestasi seperti orang yang makan gaji buta alias minta bayaran tinggi tapi malas bekerja. Apakah ada jaminan jika anggaran dinaikkan lantas kerja mereka berprestasi atau paling tidak konstituennya puas.

Menginggat rapat aja masih banyak yang tidak ada dengan alasan sedang ada tugas atau sedang didaerah pun demikian jika datang hanya isi absensi habis itu tidur dalam ruang rapat.

Masihkah pantas mereka minta kenaikan anggaran disaat kemiskinan bertambah dan ekonomi yang makin terpuruk ini. Di saat banyak para pekerja yang terancam phk oleh perusahaan mengapa mereka malah meminta kenaikan anggaran hilangkah nurani mereka hingga yang ada dalam otaknya hanya kenaikan anggaran.

Padahal anggaran anggota dewan sudah termasuk terbesar nomor empat di dunia tapi nyatanya mereka masih saja teriak minta kenaikan tunjangan sungguh sangat ironis. Seharusnya para wakil rakyat ini mikir jika mereka bisa duduk di kursi yang nyaman dan di hormati karena rakyat yang telah memilih mereka.

Keegoisan para anggota dewan seperti inilah yang membuat rakyat enggan mengikuti pemilu dan membuat demokrasi yang tidak sehat. Seharusnya wakil rakyat itu merakyat bukan malah seperti majikan rakyat yang semua keinginannya harus dipenuhi tanpa memikirkan nasib rakyat.

Friday, June 5, 2015

politisasi sepak bola

Dunia sepak bola tanah air vakum untuk sementara karena sanksi FIFA keluar setelah kisruh antara PSSI dan menpora yang tak kunjung reda. Bak sinetron dalam layar kaca yang tidak berujung karena saling menyalahkan antara kedua pihak.

Hal ini bertambah runyam dengan ikut campurnya anggota dewan dan wakil presiden yang agak condong membela salah satu pihak.

Politisasi dalam sepak bola tanah air sudah mengakar dalam dunia sepak bola tanah air setelah banyak orang-orang partai politik masuk dalam organisasi pssi. Hal ini bisa kita lihat dari pengurus pssi yang kemarin baru terbentuk dan dibekukan mempora.

Harusnya organisasi yang menjunjung tinggi nilai fair play ini terbebas dari para politikus karena nilai fair play dan politik dinegeri ini sangat jauh berbeda karena politikus dinegeri ini yang sangat sulit buat jujur terbukti masih banyaknya politik uang.

Sepak bola di negeri ini sudah saatnya ditata kembali dengan melarang para politikus terlibat dalam organisasi dan juga mengadakan kompetisi yang transparan sekaligus bisa menguntungkan semua pihak.

Sebaiknya para politikus dinegeri ini membenahi undang-undang dalam dunia olah raga agar setiap kecurangan dalam dunia olahraga seperti pengaturan skor bisa dijerat dengan hukuman yang setimpal dibandingkan ikut nimbrung dalam organisasi.

Jika sepal bola dinegeri ini masih dalam intervensi para politikus maka akan sulit betprestasi dalam kancah dunia internasional. Sudah terlalu lama tim senior negeri ini dahaga dengan prestasi malah mulai disalip oleh negara baru seperti timor leste yang notabenenya dulu salah satu provinsi dinegeri ini dalam hal ranking FIFA.

Padahal jika kita lihat skil dari para pemain indonesia jauh diatas pemain timur leste tetapi kenapa ranking kita kalah dengan negara tersebut apakah ada yang salah dalam sepak bola negeri ini.

Saatnya perubahan besar-besaran dalam semua aspek persepak bolaan dinegeri ini baik organisasi,kompetisi dan transparansi anggaran agar dunia sepak bola bisa menjadi sehat,bersih dan jujur mumpung momen sekarang sangat tepat.

Semoga pembenahan yang akan dilakukan bisa segera terjadi dan organisasi PSSI bisa kembali akuntable agar tercipta timnas dan kompetisi yang baik.

Sunday, May 31, 2015

awal baru pssi

Babak baru dunia persepak bolaan tanah air sangat memprihatinkan sekaligus menyiratkan sebuah harapan buat kedepannya. Memprihatinkan karena sanksi yang diberikan oleh otoritas tertinggi sepak bola dunia.

Tapi disisi lain sanksi tersebut merupakan pintu masuk pemerintah untuk merevolusi total organisasi sepak bola negeri ini. Pemerintah dalam hal ini menpora seharusnya langsung aktion dalam merevolusi pssi biar tidak terkesan bukan hanya omong doang mau merevolusi pssi.

Menpora seharusnya mau mengandeng semua pihak didalam merevolusi pssi terutama perlu adanya koordinasi dengan klub dan juga para pakar sepak bola dalam mengelola kompetisi yang akan datang bila perlu menpora juga bisa minta masukan dari negara-negara yang maju dalam sepak bola.

Disamping itu perlunya pembenahan sistem dalam organisasi tersebut misalnya melarang para politikus terlibat dalam kepengurusan pssi dan memberikan target prestasi dalam jangka waktu setahun buat para pengurus apabila tidak tercapai maka dinyatakan gagal dan para pengurus tersebut harus mengundurkan diri.

Sistem tersebut harus ada dalam statuta pssi karena statuta tersebut pegangan para pengurus pssi selama ini mungkin sistem tersebut sangat berlebihan tetapi hal ini perlu dicoba menginggat sepak bola negeri sudah masuk dalam ranah politik dan juga orang yang selama ini sudah terbukti gagal total mengelola sepak bola masih ngotot mengurusi sepak bola.

Sudah saatnya sepak bola negeri ini bangkit dan disegani oleh negara lain bukan malah terpuruk dan cuma jadi penyemarak doang agar para pemain dan seluruh rakyat bisa mengikuti semarak piala dunia bukan lagi sebagai tim penonton tetapi sebagai tim yang ikut andil dalam gelaran piala dunia.

Sudah capek rasanya mendengar timnas dibantai bahrain 10-0, sudah bosan kita dipecundangi oleh negara seperti malaysia ataupun thailand dan sudah lelah kita mendengar rangking kita jauh dibawah negara baru seperti timor leste. Sudah saatnya kita bangkit dari keterpurukan dan sudah waktunya garuda terbang tinggi diangkasa.

Friday, May 29, 2015

fair play buat pssi

"Sepakbola itu bukan milik masyarakat, tetapi milik FIFA yang dimainkan oleh masyarakat seluruh dunia, jangan salah kita," Kata diatas adalah statment dari orang pssi yang sekarang jadi wakil ketua umum pssi.

Kata-kata diatas menunjukkan jika kita main sepak bola maka kita harus ijin dulu sama fifa entah itu kejuaraan nasional maupun liga tarkam sekalipun apabila tidak ijin ke fifa maka kita akan dibanned begitulah mungkin ancamannya.

Jadi semua hal yang menyangkut sepak bola harus seijin fifa negara manapun haram hukumnya mengintervensi sepak bola. Padahal orang-orang fifa tidak terlalu perduli dengan stadion yang dipakai buat sepak bola.

Jika sepak bola hanya milik fifa seharusnya pssi tidak perlu mendatangi gedung dewan untuk minta pencabutan pembekuan pssi cukup datang ke fifa dan pssi juga harusnya tidak mengunggat ke ptun jika sepak bola hanya milik fifa toh fifa pasti akan mencabut pembekuan tersebut asal tidak mengunakan fasilitas stadion milik negara.

Pssi mungkin sudah lupa jika ditiap pertandingan pasti ada bendera yang bertuliskan fair play dibawa masuk kelapangan tetapi nyatanya mereka tidak mampu menjunjung nilai fair play tersebut dengan masih maraknya pengaturan skor,sepak bola gajah hingga transpalansi anggaran.

Yang mereka tahu hanyalah sanksi fifa apabila negara ikut utak atik sepak bola. toh mereka hanya berpikir yang nomor satu orang senang dan bisa berjoged masalah prestasi,gaji ditunda hingga pemain jualan jus itu nomor kesekian.

Tapi jika negara mau ikut bantu menyelesaikan masalah keterlambatan gaji pemain,kewajiban pajak klub maka yang keluar adalah jurus andalan sanksi fifa. Disamping itu sudah pasti alasan ekonomi pemain yang terhambat hingga pemasukan buat para pedagang.

Sanksi fifa sebetulnya bukan suatu musibah yang besar tapi sebuah anugerah karena dengan adanya sanksi tersebut pemerintah bisa ambil alih pssi kelola dengan baik mulai dari organisasi sampai kekompetisi hingga pihak sponsor sesudah baik baru kita ajukan lagi ke fifa.

Toh sanksi fifa juga tidak membuat kompetisi berhenti walaupun hanya kompetisi amatir tapi seengaknya bisa jadi pondasi kedepannya agar lebih baik. Disanksi atau tidak disanksi prestasi sepak bola tidak akan ada hasilnya apabila dikuasai oleh orang yang sudah terbukti gagal dalam mengelola beberapa tahun lalu ditambah banyaknya pengurus yang berafiliasi dengan partai politik.

Karena partai politik sangat bertentangan dengan sepak bola karena tidak adanya fair play dalam dunia politik tanah air.

Jadi sudah saatnya pemerintah bersih-bersih dalam organisasi pssi ini dan mengantinya dengan orang yang kompeten dan orang yang tidak berafiliasi dengan partai manapun mumpung kondisi juga memungkinkan setela beberapa pejabat fifa ditangkap oleh fbi.

Pantang mundur demi prestasi terbaik sepak bola indonesia dan biarkan kita dikenang sebagai generasi yang membanggakan dalam dunia sepak bola bukan generasi yang pasrah akan marak kejahatan.